
← Kencan Dengan Tuhan1 sep · 5 min
Edisi Hari Rabu, 2 September 2026 - Doa adalah benteng pertahanan pertama
<p>Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 2 September 2026</p><p><br></p><p>Bacaan: </p><p><strong>"Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" </strong><em>(Markus 4:38)</em></p><p><br></p><p>Renungan:</p><p> Pernahkah kita mendengar istilah senjata pamungkas? Senjata pamungkas adalah senjata terakhir yang digunakan sebagai andalan. Demikian juga halnya dengan istilah jurus pamungkas. Jurus pamungkas adalah jurus andalan yang disimpan dan hanya digunakan jika dalam keadaan sangat terpaksa karena situasi sudah gawat. Doa adalah senjata orang percaya. Ketika sedang membahas tentang perlengkapan senjata Allah, Paulus mengingatkan agar orang percaya berdoa setiap waktu di dalam Roh. Sayangnya, doa sering dijadikan senjata pamungkas. Lho, bukannya itu bagus, sebab berarti doa dianggap senjata andalan kita? Ingat, senjata pamungkas hanya akan dikeluarkan di saat-saat terakhir, yaitu ketika semuanya sudah mentok! Berdoa kalau sudah kepepet. Kalau belum? Berarti belum saatnya berdoa!</p><p> Seseorang berkata, "Kita cenderung menggunakan doa sebagai upaya terakhir, tetapi Tuhan ingin doa menjadi garis pertahanan pertama kita. Kita berdoa ketika tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, tetapi Tuhan ingin kita berdoa sebelum melakukan apapun." Doa bukan senjata pamungkas, tapi senjata terpenting yang akan langsung kita gunakan setiap kali kita berada di medan peperangan rohani. Doa menjadi garis pertahanan pertama, bukan menjadi benteng terakhir. Berdoalah dalam segala keadaan, bukan berdoa kalau sudah kepepet. Jangan sampai kita berusaha mengatasi masalah dengan cara dan dengan kekuatan kita sendiri, dan begitu kita sudah mentok, barulah kita menyerahkan masalah kita kepada Tuhan.</p><p> Jangan sampai kita seperti murid-murid, membiarkan Yesus tidur di buritan dan membangunkan-Nya hanya ketika perahu mereka hampir tenggelam. Niat mereka mungkin "baik", tidak mau mengganggu Yesus yang sedang tidur. Tapi nyatanya, usaha mereka untuk mengatasi badai tersebut sia-sia dan mentok juga. Saat sakit, segeralah berdoa. Jangan tunggu dokter sudah angkat tangan baru kita berdoa. Saat pekerjaan kita menghadapi masalah, segeralah berdoa. Jangan tunggu usaha kita hendak bangkrut baru kita berdoa. Berdoa sekarang juga, bukan nunggu mentok! Tuhan Yesus memberkati. </p><p><br></p><p>Doa: </p><p>Tuhan Yesus, saat ini sebelum aku beraktivitas, aku mohon berkat-Mu, agar apapun yang aku lakukan sepanjang hari ini dapat membawa kebaikan yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).</p>