Radio Elshinta

← Radio Elshinta9 oct · 30 min

Mengukur Kompetensi Siswa: Haruskah Tinggal Kelas Jadi Solusi?

Mengukur Kompetensi Siswa: Haruskah Tinggal Kelas Jadi Solusi?9 oct30 min

<p>Pemerintah membuka wacana untuk mengakhiri kebijakan naik kelas otomatis dan berencana menerapkan kembali aturan tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027. Fenomena &quot;RMS&quot; (Rajin Malas Sama Saja) akan segera berakhir. Kebijakan &quot;Naik kelas Otomatis&quot; yang selama ini diterapkan di sekolah, secara tak sadar telah menciptakan frustasi di kalangan siswa yg rajin belajar utk mengejar nilai tinggi. Karena pada akhirnya, hasil akhir belajar sama antara siswa yang rajin belajar dan siswa yang kurang berusaha. </p><p><br></p><p>Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&#39;ti, kebijakan ini sedang dikaji dan dipersiapkan jika disepakati melalui rekomendasi konvensi pendidikan. Mengapa sistem tinggal kelas yang dulu dihapus demi kesehatan mental anak dan menekan angka putus sekolah, kini justru ingin dihidupkan kembali? Apakah ini tanda bahwa Kurikulum Merdeka dinilai gagal dalam memberikan evaluasi kompetensi secara objektif tanpa harus mengorbankan kenaikan kelas siswa? Bagaimana Praktisi Pendidik merespon wacana ini ? Afni Wahyuni - Praktisi Pendidikan, Guru SMPN 4 Tembilahan Hulu, Indragiri Hilir</p>