
← Kencan Dengan Tuhanil y a 5 jours · 7 min
Edisi Hari Senin, 12 Oktober 2026 - Menjadi Anak yang Berbakti
<p>Kencan Dengan Tuhan - Senin, 12 Oktober 2026</p><p><br></p><p>Bacaan: </p><p><strong>"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi." </strong><em>(Efesus 6:1-3)</em> </p><p><br></p><p>Renungan:</p><p> Jean, seorang wanita muda yang telah mandiri. Seperti biasa, setelah seharian beraktivitas, ia langsung merebahkan diri di atas kasur, menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya, dan tidak lupa terhadap jam alarm yang selalu membangunkannya tepat waktu di pagi hari. Namun malam itu, jam alarmnya tidak berfungsi karena baterainya habis. Merasa telah nyaman berada di bawah selimut yang hangat, Jean jadi malas untuk beranjak pergi membeli baterai, apalagi di luar cuacanya begitu dingin. Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon ibunya, dan meminta ibunya untuk membangunkannya besok pagi, karena ia khawatir jika ia membuat alarm di handphonenya, alarm tersebut tidak akan berfungsi dengan baik sebab telinganya tidak terbiasa dengan bunyi alarm tersebut. "Hai Ma, besok pagi, jam 5, bisakah Mama bangunkan aku? Sebab jam alarmku tidak berfungsi, sementara besok pagi-pagi aku harus tiba tepat waktu di kantor karena ada rapat penting," kata Jean di ujung telepon. "Oke sayang." terdengar suara sang Mama yang sepertinya sudah sempat tertidur. Pagi-pagi benar, suara telepon berdering, "Ayo bangun sayang, hari ini ada rapat." Dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka, Jean melihat ke arah jam dinding, yang ternyata menunjukkan pukul 4 pagi. Dengan nada yang sedikit kesal ia berkata kepada mamanya, "Ini masih jam 4 pagi, Ma. Bukankah aku bilang untuk membangunkanku jam 5? Seharusnya aku masih bisa tidur lebih lama lagi, tetapi Mama sudah membangunkanku. "Tidak ada respons di ujung telepon sana, Jean pun akhirnya menutup telepon dengan suasana hati yang kesal. Setelah bangun, ia mulai bersiap untuk berangkat ke kantor. Seperti biasa ia akan berjalan kaki ke halte bis. Dari kejauhan, ia melihat ada sepasang suami-istri yang telah lanjut usia berdiri di sana. Karena masih pagi, jadi tidak ada orang lain selain dia dan kedua orang tua itu yang menunggu bis di halte tersebut. Akhirnya bus tiba, Jean pun langsung naik. Ketika ia duduk, bis itu langsung jalan tanpa membiarkan kedua orang tua tadi naik. "Kenapa langsung jalan, dan tidak memb