
← Kencan Dengan TuhanNouveau · 5 min
Edisi Hari Sabtu, 17 Oktober 2026 - Hati seorang hamba yang rendah hati
<p>Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 17 Oktober 2026</p><p><br></p><p>Bacaan: </p><p><strong>"Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." </strong><em>(Yakobus 4:6)</em></p><p><br></p><p>Renungan:</p><p> Seorang yang hidupnya dekata dengan Tuhan berkata, "Di dalam usaha untuk semakin serupa dengan Kristus, musuh utama yang kita hadapi bukanlah Iblis, melainkan diri kita sendiri." Sifat kedagingan yang ada di dalam diri kita kadangkala terlalu kuat untuk dikalahkan, tetapi kita harus berusaha selangkah demi selangkah untuk mengalahkannya. Tidak mudah menekan harga diri, tetapi itulah cara terbaik untuk belajar menjadi rendah hati dan melepaskan diri dari belenggu kesombongan. Orang yang sombong selalu sakit hati atas banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, tetapi orang yang rendah hati tidak mudah terluka. Kita perlu menyadari bahwa kesombongan mendasari banyak kekacauan mental dan emosi, tetapi kerendahan hati memerdekakan kita.</p><p> Seorang yang menyebut dirinya hamba, harus menunjukkan hati seorang hamba. Seorang hamba harus belajar mengabaikan harga dirinya dan belajar rendah hati. Ia selalu menganggap orang lain lebih utama, memberi penghargaan kepada mereka yang lebih rendah darinya, tidak banyak menuntut, tidak selalu minta dimengerti, emosinya tidak terpancing dan ia tidak marah karena hal itu. Sebaliknya ia mengucap syukur untuk semuanya karena ia tahu bahwa ia adalah hamba. Seperti kata firman Tuhan bahwa seseorang akan dikenal dari buah yang dihasilkannya, demikian pula orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus akan dikenal orang dari sikap hidupnya setiap hari.</p><p> Dengan pertolongan Roh Kudus, marilah kita menanggalkan kesombongan yang begitu mengikat selama ini, sehingga kita tidak bisa menjadi berkat bagi sesama. Kalau selama ini kita selalu menuntut untuk dimengerti dan diutamakan, saat ini marilah kita belajar untuk mengerti dan mengutamakan orang lain. Jika kita menyebut diri hamba, tunjukkan bahwa kita juga mempunyai hati seorang hamba dan dengan kerendahan hati, akan banyak orang di sekitar kita yang dapat kita bawa untuk mengenal Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. </p><p><br></p><p>Doa:</p><p>Tuhan Yesus, lepaskanlah kesombongan dari dalam diriku dan gantikan dengan rahmat kerendahan hati seperti diri-Mu sendiri. Amin. (Dod).</p>