
← Radio Elshinta3 days ago · 5 min
Tiran Nusantara Grup dan Conch Tiongkok Sepakati Investasi Rp10 Triliun untuk Industri dan Energi Hijau
<p>Anhui – PT Tiran Nusantara Grup bersama Conch InvestmentHoldings (Hong Kong) Ltd. menandatangani kerja sama investasi tahap awal senilai Rp10 triliun di sektor manufaktur dan energi hijau. Penandatanganan berlangsung di Anhui, Tiongkok, Jumat (9/10/2026).</p><p> </p><p>Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur OperasionalTiran Nusantara Grup Andi Karyadi dan Direktur Conch Li Xin, disaksikan Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup Andi Amar Ma’ruf Sulaiman. Ruang lingkup kerja sama meliputi pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrikkemasan plastik, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).</p><p> </p><p>Conch merupakan perusahaan asal Tiongkok yang mengembangkan bisnis di sektor energi baru, pengolahan limbah, serta material industri dan konstruksi berteknologi tinggi. Perusahaan tersebut disebut telah merealisasikan investasi sekitar Rp30 triliun di Indonesia. Kerja sama denganTiran Nusantara Grup diharapkan memperluas investasi dan dikembangkan secara bertahap pada masa mendatang.</p><p> </p><p>Humas PT Tiran Nusantara Grup, Rezki Mulyadi, mengatakankerja sama tersebut mencerminkan kepercayaan mitra internasional terhadap peluang investasi di Indonesia.“Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industrinasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Rezki.</p><p> </p><p>Dalam struktur usaha patungan, komposisi kepemilikandisesuaikan dengan karakter masing-masing proyek. Pada sebagian usaha, Tiran Nusantara Grup memiliki 49% saham dan Conch 51%. Sementara pada usaha patunganlainnya, kepemilikan Tiran Nusantara Grup sebesar 51% dan Conch 49%.Berawal dari Inovasi PertanianTiran Nusantara Grup didirikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. </p><p> </p><p>Perjalanan usahanya berawal dari penelitian pengendalianhama tikus yang menghasilkan inovasi bernama Tiran, singkatan dari “Tikus Diracun Amran”.</p><p> </p><p>Pada 1995, Amran mengurus hak paten sejumlah inovasi, diantaranya Tiran 58PS dan Alpostran. Ia tercatat memiliki tujuh hak paten di bidang inovasi pertanian, khususnya pengendalian hama. Produknya disebut telahdigunakan petani di Indonesia dan dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.</p><p> </p><p>Pada 2004, usaha tersebut berkembang menjadi cikal bakalTiran Nusantara Grup. Berawal dari moda